Pengaruh Ukuran dan Industri Perusahaan

Pengaruh Ukuran dan Industri Perusahaan

Apakah Anda selalu bermimpi untuk bekerja dengan kelompok yang kompak di sebuah startup? Atau mendapatkan pekerjaan di perusahaan favorit Anda? Tergantung di mana Anda akhirnya bekerja, pekerjaan Anda sebagai seorang desainer UX bisa sangat berbeda! Dalam pembacaan ini, Anda akan menjelajahi bagaimana peran desain UX dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan industri perusahaan.

Startup dan Bisnis Kecil

Startup adalah bisnis baru yang ingin mengembangkan produk atau layanan unik dan membawanya ke pasar. Bisnis kecil adalah bisnis yang dimiliki secara pribadi dengan sedikit karyawan. Banyak desainer UX sangat antusias untuk mulai bekerja di startup atau bisnis kecil karena mereka dapat melihat dampak pekerjaan mereka lebih cepat dan mengembangkan berbagai keterampilan.

Ukuran Tim: Tim yang kompak dan dapat bekerja langsung dengan manajemen tingkat atas.

Pertumbuhan: Peluang untuk pertumbuhan karena mengambil banyak tanggung jawab (desain visual, desain interaksi, riset pengguna, dan lainnya).

Kreativitas: Biasanya lebih banyak kebebasan kreatif dengan panduan dan proses yang lebih sedikit.

Dampak: Berdampak besar pada produk akhir, dengan sedikit orang yang bekerja pada proyek.

Bimbingan: Kurangnya mentor yang bisa dipilih dalam perusahaan yang lebih kecil.

Tanggung Jawab: Sebagian besar tanggung jawab proyek UX jatuh sepenuhnya pada Anda, yang bisa menjadi stres jika Anda memiliki sedikit pengalaman dalam UX.

Kecepatan: Harus nyaman bekerja dengan cepat dan meluncurkan pekerjaan yang belum sempurna, dengan pengawasan yang sedikit.

Perusahaan Besar

Di perusahaan besar, seperti Google, Anda kemungkinan akan bekerja dalam tim untuk proyek tertentu. Banyak desainer UX ingin bekerja di perusahaan besar dengan orang-orang yang mengembangkan beberapa produk yang paling terkenal di dunia. Tim UX di perusahaan yang lebih besar cenderung lebih terpisah berdasarkan spesialisasi, sehingga lebih mudah bagi Anda untuk menjadi ahli dalam satu area tertentu dari desain UX.

Bimbingan: Berbagai desainer berpengalaman dan pengguna UX lainnya untuk belajar.

Pertumbuhan: Banyak peluang untuk pertumbuhan karena ada banyak tingkatan desainer dan manajemen.

Panduan: Panduan yang lebih jelas untuk menjaga produk seragam dan sesuai merek.

Ukuran Tim: Lebih banyak orang yang bekerja pada satu proyek, yang berarti Anda lebih bisa fokus pada tanggung jawab Anda yang spesifik.

Spesialisasi: Peluang untuk fokus pada satu area tertentu dalam desain.

Ukuran Tim: Mungkin merasa kurang berdampak atau penting sebagai kontributor dengan banyak desainer lain dalam proyek.

Dampak: Mungkin merasa kecil di perusahaan dengan begitu banyak fitur dan produk.

Panduan: Panduan yang ditentukan dapat membatasi kreativitas.

Agensi Desain

Sebuah agensi desain adalah pusat untuk merek visual, produk, dan layanan. Bekerja di agensi desain bisa mirip dalam beberapa hal dengan bekerja di bisnis kecil atau startup, kecuali Anda memiliki beberapa perusahaan sebagai klien Anda. Banyak agensi cenderung bekerja pada berbagai produk, sehingga Anda dapat menjelajahi berbagai jenis gaya dan pendekatan desain UX.

Dampak: Berdampak besar pada proyek, jika Anda adalah satu-satunya desainer UX di tim.

Jaringan: Peluang untuk bekerja dengan pemangku kepentingan senior, berbagai tim, dan klien yang beragam.

Paparan: Paparan terhadap banyak perusahaan dan industri dengan klien yang berbeda.

Resume: Potensi untuk bekerja dengan merek besar dan menampilkan pekerjaan tersebut dalam portofolio Anda.

Bimbingan: Kurangnya bimbingan jika Anda adalah satu-satunya desainer UX dalam proyek.

Monoton: Bergantung pada agensi, Anda mungkin hanya bekerja pada jenis proyek yang sama.

Kepemilikan: Mungkin tidak bisa bekerja pada proyek dari awal hingga akhir.

Produk yang Selesai: Produk yang Anda kerjakan mungkin tidak diluncurkan, tergantung pada prioritas klien.

Agensi Periklanan

Banyak desainer UX bekerja di agensi periklanan, yang merupakan tim kreatif yang disewa oleh klien untuk membangun kampanye pemasaran. Terkadang disebut “teknolog kreatif,” para desainer ini bekerja untuk membuat iklan bagi merek dengan menggunakan prinsip-prinsip UX. Ini adalah pilihan yang bagus jika Anda bersedia untuk belajar beberapa keterampilan menarik di luar peran desain UX inti.

Otonomi:

 Sedikit atau tidak ada manajemen tengah berarti lebih banyak otonomi dalam pekerjaan Anda.

Belajar: Peluang untuk mempelajari disiplin lain, seperti periklanan merek, pemasaran, dan desain grafis.

Varietas: Setiap proyek berbeda berdasarkan klien.

Jaringan: Bekerja dengan berbagai merek, klien, dan tim.

Spesialisasi: Variasi yang luas dalam proyek, sehingga Anda mungkin tidak dapat mengasah keterampilan tertentu dengan mudah.

Relevansi: Pekerjaan sering melibatkan merek dan pemasaran, dan mungkin tidak fokus pada desain UX.

Freelancer

Freelancer adalah desainer UX yang bekerja sendiri dan disewa oleh klien untuk layanan independen mereka. Menjadi freelancer memberi Anda banyak kebebasan, dan ini adalah cara yang bagus bagi desainer UX baru untuk mendapatkan pengalaman di bidang ini dan menambahkan pekerjaan ke portofolio mereka.

Jadwal: Menentukan jadwal Anda sendiri karena Anda bekerja sendiri.

Fleksibilitas: Bisa menjadi freelancer sambil bekerja di pekerjaan lain atau menyeimbangkan prioritas yang bersaing.

Otonomi: Memilih pekerjaan yang ingin Anda lakukan.

Pengalaman: Membangun portofolio Anda, terutama jika Anda tidak memiliki pekerjaan UX penuh waktu.

Struktur: Tidak ada yang melapor kepada Anda, yang berarti Anda harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Stabilitas: Kurang stabil daripada bekerja untuk perusahaan atau agensi, karena pekerjaan tidak selalu dijamin.

Bisnis: Mengelola logistik bisnis Anda sendiri, seperti pelaporan pajak, penagihan klien, dan lainnya.

Bimbingan: Kurangnya mentor yang tersedia karena Anda bekerja sendiri.

Memutuskan Di Mana Bekerja

Tujuan setiap orang sebagai desainer UX berbeda, jadi pikirkan apa yang paling penting bagi Anda saat memilih tempat untuk bekerja. Pertimbangkan pertanyaan seperti:

Apakah Anda menikmati banyak struktur dan proses, atau Anda lebih suka menentukan pekerjaan dan jadwal Anda sendiri?

Apakah Anda menghargai bekerja dalam tim besar, atau Anda lebih nyaman bekerja sendiri?

Apakah Anda ingin fokus terutama pada desain UX, atau Anda tertarik untuk memperluas keterampilan Anda?

Mempertimbangkan tujuan karir Anda dan bagaimana Anda bekerja dengan baik akan membantu Anda mulai mencari tahu jenis perusahaan yang mungkin paling cocok untuk Anda. Semoga berhasil!

Artikel ini adalah bagian dari kursus “Becoming a UX Designer” di Coursera.

Pada akhir kursus ini, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dilakukan seorang desainer UX dan berbagai peran yang dapat Anda pilih dalam karir desain UX Anda. Selain itu, Anda akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang jenis perusahaan di mana Anda mungkin ingin bekerja berdasarkan preferensi pribadi Anda. Bagaimana semuanya berjalan selama kursus ini, ada pertanyaan lebih lanjut atau ada yang ingin Anda dibahas?

Subscribe

Related articles

Panduan Migrasi Database di Laravel

Pendahuluan Migrasi database adalah salah satu fitur penting di Laravel...

Penggunaan Machine Learning dalam Pengembangan Web

Machine learning (ML) adalah cabang dari kecerdasan buatan (AI)...

Mengenal Vue.js: Membuat Antarmuka Pengguna yang Dinamis

Vue.js adalah salah satu framework JavaScript yang populer digunakan...

Keamanan Aplikasi Web: Mengamankan Aplikasi Laravel Anda

Keamanan aplikasi web adalah aspek kritis yang harus diperhatikan...

Membangun API dengan Laravel: Best Practices

Laravel adalah framework PHP yang sangat populer untuk membangun...