Ada Apa dengan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif?

Photo by Jason Goodman on Unsplash

Bentar dulu! Kalau kamu lagi penasaran tentang apa sih yang bikin produk atau layanan kamu jadi ciamik banget buat pengguna, maka yang satu ini adalah bacaan yang pas buat kamu.

Ngejar ‘Mengapa’ Bareng Penelitian Kualitatif

Yak, pertama-tama, kamu pengen tau ‘mengapa’ sih pengguna ngelakuin hal-hal yang mereka lakuin? Nah, di sinilah penelitian kualitatif jadi pahlawan. Ini gak sekadar metode penelitian, ini kunci buat menggali alasan-alasan dalam benak pengguna. Kamu bisa mengerti lebih dalam kenapa mereka suka atau ogah-ogahan pakai produk atau layanan kamu.

Nah, penelitian ini bukan urusan formal kayak ‘kami’ atau ‘mereka.’ Ini tentang kamu dan bagaimana kamu bisa masuk ke pikiran pengguna buat bikin produk yang mereka benar-benar cintai.

Penelitian Kuantitatif: Bermain dengan Angka dan Statistik

Trus, kita akan bahas soal penelitian kuantitatif. Sekarang, kamu gak cuma pengen tau ‘mengapa,’ tapi juga pengen ukur semuanya secara cermat. Angka-angka dan statistik jadi bestie banget di sini. Nah, ini yang bakal ngebantu kamu dalam mengukur performa produk kamu dan rancang pengalaman pengguna yang semakin oke.

Penelitian ini bukan lagi urusan yang formal. Ini bikin kamu jadi penguasa angka dan statistik. Gak ada ‘kami’ yang ikut campur, kamulah peran utamanya atau bisa dibilang sebagai MC-nya.

Gimana Cara Menentukan Metode yang Pas?

Kamu udah ngerti konsep penelitian kualitatif dan kuantitatif, tapi gimana sih kamu bisa tau metode mana yang pas buat proyek UXnya? Nah, sekarang saatnya kita bahas ini.

Kamu gak perlu panik atau ribet. Di sini, kamulah yang jadi MC atau bintang utamanya, tanpa ada embel-embel ‘kami’ yang nyamperin. Pertama, kamu harus jelasin apa tujuan proyek kamu. Kamu perlu cari tahu ‘mengapa’ pengguna melakukan sesuatu atau kamu lagi pengen ngukur performa produk kamu?

Setelah itu, kamu harus pikirin jenis data yang kamu butuhin. Apakah kamu butuh data kualitatif yang lebih mendalam tentang pengguna, atau data kuantitatif yang berupa angka dan statistik? Terus, kamu harus pertimbangkan sumber daya yang kamu punya. Ada batasan waktu, dana, atau tim yang kamu harus pertimbangkan.

Biar lebih mudah, kadang metode kombinasi bisa jadi solusi. Jadi, kamu gak harus terjebak dalam satu metode aja. Semua ini, kamu bisa merencanakan penelitian dengan baik dan mendapatkan hasil yang kamu butuhkan. Coba deh, kamu bakal bisa pilih metode penelitian yang paling pas buat kamu sendiri.

Subscribe

Related articles

Tips Kolaborasi Efektif antara UI/UX Desainer dan Pengembang

Kerja sama yang solid antara UI/UX desainer dan pengembang...

Aturan Penting yang Harus Dipatuhi oleh Seorang UI/UX Designer

Desain Antarmuka Pengguna (UI) dan Pengalaman Pengguna (UX) adalah...

Membangun Profil LinkedIn yang Mengesankan untuk UI/UX Designer

Dalam era digital yang semakin maju, LinkedIn telah menjadi...

Meningkatkan Karir Anda dengan Sertifikasi Google UX

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, pengalaman pengguna...

Perjalanan Seorang Intern UI/UX Desainer di Udacoding

Sebagai seorang mahasiswa yang bersemangat dan bercita-cita tinggi di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here