React: Library JavaScript untuk Membangun Antarmuka Pengguna

0
25
Baraja Coding

React adalah library JavaScript yang dibuat oleh Facebook pada tahun 2013. React digunakan untuk membangun antarmuka pengguna dan aplikasi web single-page. React memungkinkan kita untuk membuat komponen UI yang dapat digunakan kembali dan mengelola state dalam aplikasi.

Bagaimana React Bekerja

React berjalan pada mesin JavaScript V8, inti dari Google Chrome, di luar browser. Hal ini memungkinkan React untuk sangat efisien. Aplikasi React berjalan dalam satu proses, tanpa membuat thread baru untuk setiap permintaan. React menyediakan serangkaian primitif I/O asinkron dalam pustaka standarnya yang mencegah kode JavaScript dari blocking.

Fitur dan Manfaat React

React memiliki beberapa fitur dan manfaat yang luar biasa. Beberapa fitur React adalah:

  • Komponen: React memungkinkan Anda untuk membagi UI menjadi komponen independen, dapat digunakan kembali.
  • JSX: JSX memungkinkan Anda untuk menulis HTML dalam JavaScript, membuat struktur kode lebih mudah dipahami dan lebih mudah untuk dikembangkan.
  • State dan Lifecycle: React memungkinkan Anda untuk membuat komponen dengan state sendiri dan metode lifecycle.
  • Context: React Context memungkinkan Anda untuk berbagi nilai tertentu ke seluruh tree komponen, tanpa harus melewati props secara manual pada setiap level.

Penerapan React

React digunakan secara luas untuk membangun aplikasi web. Berikut adalah beberapa area utama di mana React digunakan secara luas:

  • Aplikasi web single-page1.
  • Aplikasi mobile dengan React Native1.
  • Aplikasi desktop dengan Electron1.

React dan JSX

JSX adalah sintaks yang memungkinkan Anda untuk menulis HTML dalam JavaScript. JSX membuat struktur kode lebih mudah dipahami dan lebih mudah untuk dikembangkan. Berikut adalah contoh penggunaan JSX dalam React:

function MyButton() {
  return (
    <button>
      I'm a button
    </button>
  );
}

export default function MyApp() {
  return (
    <div>
      <h1>Welcome to my app</h1>
      <MyButton />
    </div>
  );
}

React dan State

State adalah data yang dikelola dalam komponen. Perubahan state dapat memicu render ulang komponen. Berikut adalah contoh penggunaan state dalam React:

import React, { useState } from 'react';

function Counter() {
  const [count, setCount] = useState(0);

  return (
    <div>
      <p>You clicked {count} times</p>
      <button onClick={() => setCount(count + 1)}>
        Click me
      </button>
    </div>
  );
}

export default Counter;

React dan Props

Props adalah cara untuk melewatkan data dari komponen ke komponen lainnya. Berikut adalah contoh penggunaan props dalam React:

function Greeting(props) {
  return <h1>Hello, {props.name}</h1>;
}

function App() {
  return <Greeting name="React" />;
}

export default App;

React dan Lifecycle

Setiap komponen React memiliki beberapa metode “lifecycle” yang dapat Anda gunakan untuk menjalankan kode pada waktu tertentu dalam proses. Metode ini adalah componentDidMountcomponentDidUpdate, dan componentWillUnmount.

React dan Hooks

Hooks adalah fitur baru dalam React 16.8 yang memungkinkan Anda untuk menggunakan state dan fitur React lainnya tanpa menulis kelas. Beberapa hooks yang umum digunakan adalah useStateuseEffect, dan useContext.

React untuk membangun antarmuka pengguna yang kompleks dengan lebih mudah dan efisien. Dengan fitur seperti komponen, JSX, state, dan hooks, React telah menjadi pilihan utama banyak pengembang untuk membangun aplikasi web.