Home Web Simpel Dan Cepat Bersama Bootstrap

Simpel Dan Cepat Bersama Bootstrap

0
Simpel Dan Cepat Bersama Bootstrap

Pernahkah kamu mendengar ucapan, “Untuk tampilannya, kamu pakai bootstrap aja.” di sekitar kamu? Ketika kamu mendengar ucapan itu, apakah kamu merasa aneh dan bingung lalu mengatakan, “Bootstrap? Saya tampilannya menggunakan CSS.”? Memang benar, CSS digunakan untuk membuat tampilan dari website. Namun, yang kamu gunakan itu biasa disebut CSS Native. Apa bedanya CSS Native dengan Bootstap? Singkatnya, Bootstrap adalah sebuah Framework yang telah dibentuk untuk memudahkan developer dalam pembuatan tampilan website. Di dalam Bootstrap kamu tidak perlu mengatur CSS serta JS dengan sulit sehingga ketika kamu menerapkan Bootstrap di dalam proyek kamu, kamu dapat membangun CSS yang sudah disertai JS dengan mudah. Sebagai contoh, kamu ingin membuat sebuah carousel yang secara otomatis berganti slide. Dengan menggunakan Bootstrap, kamu hanya perlu melihat dokumentasi dan menerapkannya di proyek kamu dengan syarat kamu telah menginstal Bootstrap di proyek kamu.

Kelebihan

  1. Ramah bagi pemula
    Apabila kamu baru mempelajari HTML atau CSS atau bahkan JS, kamu tetap dapat dengan mudah mengimplementasikan Bootstrap kedalam proyek kamu. Di dalam Bootstrap, terdapat banyak sekali element dan class yang bisa kamu gunakan sehingga kamu tidak perlu kesulitan dalam membangun tampilan.
  2. Sistem responsif yang mudah digunakan
    Pada penggunaan CSS Native, kamu perlu melakukan penyesuaian yang rumit agar website yang kamu miliki dapat responsif dan bisa dilihat dengan nyaman di berbagai device. Namun dengan menggunakan Bootstrap, kamu dapat dengan mudah membuat website kamu menjadi responsif dengan Grid System.
  3. Membangun HTML dan CSS di satu tempat
    Ketika kamu ingin mempercantik tampilan dari HTML, kamu perlu membuat sebuah file CSS untuk mengatur nya. Kemudian, kamu perlu menyambungkannya dengan HTML yang kamu miliki. Namun, dengan menggunakan Bootstrap kamu dapat membuat tampilan menggunakan HTML dan CSS di satu file saja.
  4. Framework open source
    Bootstrap merupakan sebuah Framework yang bersifat open source, sehingga kamu dapat menggunakannya dengan bebas di dalam proyek yang kamu miliki tanpa perlu membayarnya.
  5. Dokumentasi yang lengkap
    Pada website getbootstrap.com, telah disediakan dokumentasi lengkap yang dapat kamu lihat dan kamu pelajari. Mulai dari versi terdahulu hingga versi terbaru saat ini, kamu dapat memilihnya sesuai dengan yang kamu inginkan.
  6. Komunitas yang besar
    Bootstrap memiliki komunitas developer yang besar dan tersebar di dunia. Sehingga ketika kamu memiliki masalah, kamu dapat berkonsultasi dengan mudah terkait masalah yang kamu hadapi.

Kekurangan

  1. Memperlambat kinerja website
    Ketika kamu mengunduh Bootstrap ke dalam proyek kamu, mungkin masih belum terasa dikarenakan ukuran file masih tidak terlalu besar. Namun, setelah website sering melakukan update dan ukuran menjadi besar, hal ini akan memperlambat kinerja website kamu dikarenakan file Bootstrap yang cukup besar dan terdiri dari CSS, JS hingga JQuery.
  2. Sulit tanpa adanya sinyal
    Apabila kamu tidak mengunduhnya kedalam proyek kamu dan memilih untuk menggunakan CDN, terdapat kelemahan yang tidak dapat dipungkiri. Ketika menggunakan CDN, ini akan membutuhkan sinyal agar Bootstrap dapat berjalan di proyek kamu. Namun, apabila sinyal yang kamu miliki hilang maka tampilan website kamu hanya akan tersisa HTML saja hingga sinyal kamu kembali hidup.

Saya akui Framework Bootstrap mempermudah developer dalam membangun tampilan website. Namun, perlu diperhatikan bahwa terdapat beberapa aspek yang dapat mempengaruhi website kamu. Selamat mencoba!

Referensi :
https://www.niagahoster.co.id/blog/bootstrap-adalah/