Sprint Brief Sebagai Pedoman Utama di Design Sprint

Photo by UX Indonesia on Unsplash

Oke, kita akan bahas Sprint Brief dalam dunia Design Sprint. Ini kayak dokumen penting buat nyiapin dan ngawasin design sprint. Cek yuk, apa aja yang harus ada di Sprint Brief.

1. Masalahnya Apa (Design Challenge): Di Sprint Brief, kita sebutin dengan jelas masalah yang pengen kita atasi. Ini bakal jadi fokus utama buat semua orang di design sprint biar semua tahu targetnya apa. Misalnya, kita lagi berusaha ngerancang pengalaman belanja online yang lebih nyaman buat pengguna.

2. Deliverables Utama: Deliverables utama yang pengen kita dapet dari design sprint juga harus disebutin. Mungkin ada prototipe produk, rencana pemasaran, atau yang lain yang relevan dengan masalah yang kita hadapi. Ini penting biar semua tahu apa yang harus dihasilin pas selesai sprint.

3. Jadwal dan Tempat: Sprint Brief sebutin jadwal dan tempat design sprint bakal berlangsung. Jadi kita tahu di mana dan kapan kita harus hadir, plus berapa lama setiap sesi. Misalnya, design sprint kita bakal berlangsung selama 5 hari dari Senin sampe Jumat di ruang rapat 3.

4. Siapa Saja yang Ikutan: Daftar peserta harus jadi bagian dari Sprint Brief, termasuk peran masing-masing. Siapa yang ikutan? Timnya siapa aja? Ada ahli yang kita undang? Semua harus jelas. Contohnya, pesertanya termasuk Tim Desain, Tim Pengembangan, dan Ahli Psikologi.

5. Rencana Harian: Sprint Brief punya rencana harian selama design sprint. Jadi kita tahu agenda setiap harinya, termasuk topik yang akan dibahas dan aktivitas yang bakal dilakuin. Jadwal ini membantu peserta memahami apa yang diharapkan dari mereka setiap harinya. Misalnya, hari pertama kita bakal bahas pemahaman masalah, hari kedua ideasi, dan seterusnya.

6. Persiapan Awal: Kalau ada bahan referensi, contoh produk, atau data penelitian sebelumnya yang harus kita lihat sebelum design sprint dimulai, itu juga harus disebutin. Supaya kita bisa persiapkan diri lebih awal. Mungkin kita perlu baca hasil riset pasar sebelumnya atau lihat contoh produk sejenis yang udah ada.

7. PR-sprint Task: Terkadang, kita harus ngerjain beberapa tugas sebelum design sprint dimulai, seperti membaca laporan riset atau ngebuat ide awal. Semua ini harus jadi bagian Sprint Brief. Jadi peserta udah siap dan punya pemahaman sebelum masuk ke tahap design sprint.

8. Aturan Etika: Sprint Brief bisa sebutin juga aturan etika dan peraturan buat peserta selama design sprint. Misalnya, apakah kita boleh pake ponsel atau laptop selama sesi? Aturan-aturan ini membantu menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi dan fokus.

9. Evaluasi Setelah Sprint: Nah, Sprint Brief juga harus sebutin bagaimana hasil dan pelajaran dari design sprint bakal dievaluasi. Ini penting buat ngukur dampaknya ke depan dan bagaimana kita bisa memperbaiki prosesnya di masa mendatang.

Dengan Sprint Brief yang jelas, kita bisa pastiin design sprint berjalan mulus dan efisien.

Bawa Wawasan Desainmu Dalam Berperan di Design Sprint!

Sebagai desainer pemula, mungkin kamu bukan yang paling berpengalaman di tim, tapi peranmu punya nilai penting. Cek yuk, apa yang bisa kamu lakuin selama design sprint.

Waktu Tahap Paham (Understand): Pas awal design sprint, kamu bakal ikutan di tahap paham. Ini waktu buat dengarin para ahli, berdiskusi, dan ngertiin perspektif pengguna. Dengan keahlian desainmu, kamu bisa bantu mengidentifikasi masalah utama yang harus diselesaikan. Misalnya, kamu bisa bawa pengetahuan tentang antarmuka pengguna yang efisien.

Ikutan di Tahap Ideasi (Ideate): Di tahap ini, kamu bisa berkontribusi dalam ngasih ide-ide kreatif. Ikutan deh dalam sesi perancangan berpikir, bikin sketsa, dan presentasiin gagasan desainmu. Di fase ini, banyak ide lebih berarti daripada kualitas tinggi, jadi jangan takut buat berkontribusi! Mungkin ada ide-ide bagus yang bisa mempengaruhi pengalaman pengguna.

Bantu di Tahap Keputusan (Decide): Selama tahap ini, tim harus milih ide-ide yang akan dikerjain lebih lanjut. Peranmu adalah memberikan masukan tentang ide-ide yang, menurutmu, punya potensi terbesar dalam desain. Jadi kamu bisa bantu tim memilih ide-ide yang paling menarik dari segi desain.

Berperan di Tahap Pembuatan Prototipe (Prototype): Ketika tim udah pilih ide yang akan digunakan, tugasmu adalah membantu dalam membuat prototipe. Kamu akan kerja sama dengan tim yang lain buat merancang tampilan antarmuka yang akan diuji. Walaupun itu hanya prototipe, harus tetap berkualitas dan gampang digunain. Dengan pemahamanmu tentang desain, kamu bisa bawa ide-ide ke dalam bentuk visual yang konkret.

Terlibat di Tahap Pengujian Prototipe: Akhirnya, kamu bakal ikutan dalam tahap pengujian, di mana pengguna bakal coba prototipe yang udah kamu bantu buat. Tugasmu adalah memantau dan mendokumentasikan tanggapan pengguna. Ini adalah saat kamu mendapatkan masukan berharga tentang bagaimana pengguna merasakan desain yang udah kamu bantu ciptakan. Dengan pengetahuan desainmu, kamu bisa membantu tim memahami apa yang berfungsi dan apa yang perlu diperbaiki.

Ikut Berperan Setelah Design Sprint (Post-Sprint): Setelah design sprint selesai, kamu mungkin juga ikutan dalam mengevaluasi hasil dan pelajaran yang diperoleh. Dengan pemahaman desainmu, kamu bisa membantu tim merinci langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil berdasarkan hasil dari design sprint. Misalnya, kamu bisa bantu merumuskan rekomendasi desain berdasarkan temuan dari pengujian.

Ingat, peranmu dalam design sprint adalah untuk membantu mencapai tujuan bersama. Kamu memiliki perspektif unik sebagai seorang desainer UX, dan wawasanmu sangat berharga dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan berkontribusi secara aktif dan kolaboratif, kamu bisa menjadi bagian penting dari tim yang sukses dalam menjalankan design sprint.

Berapa Lama Durasi Design Sprint Seharusnya?

Durasi sebuah design sprint adalah faktor kunci dalam keseluruhan proses. Ini adalah periode waktu yang digunakan untuk menjalankan semua fase design sprint dari awal hingga akhir. Waktu yang dialokasikan untuk design sprint sangat bergantung pada kompleksitas proyek, tujuan, dan kebutuhan tim, tetapi durasi yang paling umum adalah satu minggu. Mari kita bahas lebih lanjut tentang durasi design sprint dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan.

Durasi Standar Design Sprint: Secara tradisional, design sprint berlangsung selama lima hari penuh, dengan masing-masing fase yang memakan waktu satu hari. Ini termasuk fase pemahaman, ideasi, pengambilan keputusan, pembuatan prototipe, dan pengujian. Durasi satu minggu ini merupakan kerangka kerja yang telah terbukti efektif dalam memungkinkan tim untuk mengatasi tantangan desain secara komprehensif dan cepat.

Faktor Penentu Durasi: Panjangnya design sprint bisa bervariasi tergantung pada kompleksitas proyek. Proyek yang lebih sederhana mungkin dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat hari, sementara proyek yang lebih rumit mungkin memerlukan waktu lebih lama, misalnya dua minggu. Penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti sumber daya, pemahaman desain yang dibutuhkan, dan target peluncuran produk.

Design Sprint Cepat (Lightning Design Sprint): Dalam beberapa situasi, terutama ketika kecepatan sangat diperlukan, ada versi “lightning design sprint” yang dapat berlangsung selama dua hingga tiga hari. Ini biasanya melibatkan fase pemahaman yang lebih singkat dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Penyesuaian dengan Kebutuhan Proyek: Durasi design sprint harus selalu disesuaikan dengan tujuan proyek dan lingkungan kerja. Kadang-kadang, proyek mungkin hanya membutuhkan design sprint selama tiga hari pertama, sementara dua hari terakhir digunakan untuk mengimplementasikan hasilnya. Fleksibilitas dalam merancang durasi sprint sesuai dengan kebutuhan adalah kunci kesuksesan.

Pentingnya Pemahaman Tugas: Dalam merencanakan durasi design sprint, sangat penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas yang akan diselesaikan. Tujuan yang jelas akan membantu tim dalam menentukan berapa lama design sprint harus berlangsung.

Dalam semua kasus, durasi design sprint harus diatur sedemikian rupa sehingga mencapai hasil yang memadai dalam waktu yang realistis. Design sprint adalah alat yang kuat untuk mengatasi tantangan desain dan mempercepat pengembangan produk, dan durasi yang sesuai dengan kebutuhan proyek adalah kuncinya. Dengan mengakomodasi semua aspek ini, kita bisa memastikan bahwa design sprint berjalan dengan efisien dan efektif.

Subscribe

Related articles

Memahami Microservices dengan Laravel

Microservices adalah pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak di mana...

Tailwind CSS: Panduan Lengkap dan Keunggulannya

Tailwind CSS adalah salah satu framework CSS yang semakin...

Bagaimana sih cara menjadi Web Developer?

Memulai Karier sebagai Web Developer Meskipun sudah mengetahui berbagai keterampilan...

Laravel 11 : Send Mail by Gmail SMTP

Mengirim Email Menggunakan Gmail SMTP di Laravel 11 Mengirim email...

Cara mendapatkan Kredensial token email

Mendapatkan Credential Token Email di Laravel Dalam aplikasi web modern,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here