Psikologi desain UX dan UI mengacu pada bagaimana prinsip-prinsip dan teori psikologi diterapkan dalam mendesain antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna. Beberapa prinsip psikologi yang diterapkan adalah:
Affordances– Affordances mengacu pada properti yang dirasakan dari sebuah objek atau lingkungan yang menunjukkan bagaimana objek tersebut dapat digunakan. Dalam konteks desain UX dan UI, kemampuan dapat digunakan untuk membuat antarmuka yang intuitif dan mudah dengan memperjelas kepada pengguna tindakan apa yang mungkin dilakukan dan bagaimana melakukannya.
Mental Models– Model mental mengacu pada representasi internal dunia yang ada dalam pikiran orang, yang mereka gunakan untuk memahami informasi yang mereka terima. Dalam desain UX dan UI, model mental dapat digunakan untuk membuat antarmuka yang konsisten dan dapat diprediksi dengan menyelaraskan desain dengan model mental pengguna yang sudah ada tentang cara kerja sesuatu.
Cognitive processing – Pemrosesan kognitif melibatkan interaksi pengguna dengan produk digital, seperti persepsi, perhatian terhadap detail, dan pengambilan keputusan. Memahami bagaimana pengguna memproses informasi dan mengambil keputusan dapat membantu desainer menciptakan antarmuka yang mudah dipahami dan mendukung pengambilan keputusan yang efisien dan efektif.
Emotional Response – Psikologi desain UX dan UI juga mempertimbangkan respon emosional pengguna terhadap produk digital. Desain harus membangkitkan emosi positif seperti kepuasan, kegembiraan, dan kepercayaan. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan rasa konsistensi, keakraban, dan prediktabilitas, yang dapat membuat pengguna merasa lebih nyaman dan terkendali.
Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini, desainer dapat menciptakan antarmuka pengguna yang intuitif, konsisten, efisien, dan positif secara emosional.
Manfaat menggunakan psikologi konsumen dalam mendesain UI yang efektif:
Easy accessibility: Memahami prinsip psikologis desain inklusif dapat membantu menciptakan antarmuka yang dapat diakses oleh pengguna dengan kemampuan yang berbeda, yang sangat penting bagi pengguna dengan disabilitas.
Increased conversion rates: Dengan memahami bagaimana orang mengambil keputusan dan apa yang memotivasi mereka untuk mengambil tindakan, desainer dapat membuat antarmuka yang lebih efektif untuk mengubah pengguna menjadi pelanggan.
Strong brand image: Dengan memahami cara menciptakan hubungan emosional dengan pengguna, desainer dapat membuat antarmuka yang lebih menarik dan mudah diingat. Hal ini dapat meningkatkan retensi dan loyalitas pengguna.
Reduced user errors: Dengan memahami bagaimana orang membuat kesalahan dan apa yang menyebabkan kebingungan, desainer dapat membuat antarmuka yang tidak terlalu rentan terhadap kesalahan dan lebih mudah dipulihkan.