LARAVEL VS CODEIGNITER: Manakah Yang Lebih Baik ?

src : https://miro.medium.com/v2/resize:fit:858/1*Jsy6dL34-rgqUTbuLxj0Fg.png

Laravel dan CodeIgniter adalah dua framework PHP yang populer dan sering diperbandingkan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengembang. Artikel ini akan membahas perbedaan, fitur, dan contoh website yang menggunakan Laravel dan CodeIgniter.

Apa itu Laravel?

Laravel adalah framework PHP yang diluncurkan pada tahun 2011. Laravel dikenal sebagai framework yang elegan, ekspresif, dan menyenangkan untuk digunakan. Laravel memiliki fitur-fitur canggih seperti Eloquent ORM, Blade templating engine, Artisan command line tool, dan Laravel Mix. Laravel juga mendukung caching, testing, authentication, dan routing dengan mudah.

Laravel menggunakan arsitektur MVC (Model-View-Controller) yang memisahkan logika dan presentasi. Laravel juga mengikuti prinsip DRY (Don’t Repeat Yourself) yang membuat kode lebih rapi dan terstruktur. Laravel memiliki dokumentasi yang lengkap dan komunitas yang aktif.

src : https://miro.medium.com/v2/0*Qf1s2lG86MjX-Zcv.jpg

Apa itu CodeIgniter?

CodeIgniter adalah framework PHP yang diluncurkan pada tahun 2006. CodeIgniter adalah framework yang ringan, cepat, dan fleksibel. CodeIgniter memiliki codebase yang kecil dan tidak memerlukan instalasi khusus. CodeIgniter cocok untuk proyek-proyek yang sederhana dan membutuhkan waktu pengembangan yang singkat.

CodeIgniter juga menggunakan arsitektur MVC, tetapi lebih fleksibel dalam hal konvensi penamaan dan struktur folder. CodeIgniter tidak mengharuskan penggunaan fitur-fitur tertentu, seperti ORM atau templating engine. CodeIgniter memiliki dokumentasi yang jelas dan komunitas yang ramah.

Perbedaan Laravel dan CodeIgniter

Laravel dan CodeIgniter memiliki beberapa perbedaan utama yang dapat mempengaruhi pilihan pengembang. Berikut adalah beberapa perbedaan antara Laravel dan CodeIgniter:

- Laravel memiliki fitur-fitur yang lebih banyak dan modern daripada CodeIgniter. Laravel mendukung fitur-fitur seperti dependency injection, middleware, service container, dan queue. CodeIgniter lebih sederhana dan tidak memiliki fitur-fitur tersebut.
- Laravel menggunakan composer untuk mengelola dependensi dan paket-paket eksternal. CodeIgniter tidak menggunakan composer, tetapi memiliki sistem hook dan library sendiri.
- Laravel memiliki Eloquent ORM yang memudahkan penggunaan database dan relasi. CodeIgniter memiliki Query Builder yang lebih sederhana dan manual.
- Laravel memiliki Blade templating engine yang memungkinkan penggunaan sintaks PHP di dalam HTML. CodeIgniter tidak memiliki templating engine bawaan, tetapi dapat menggunakan pihak ketiga seperti Smarty atau Twig.
- Laravel memiliki Artisan command line tool yang dapat digunakan untuk membuat file, migrasi, model, controller, dan lain-lain. CodeIgniter tidak memiliki command line tool bawaan, tetapi dapat menggunakan pihak ketiga seperti CodeIgniter CLI.

Contoh Website Laravel dan CodeIgniter

Laravel dan CodeIgniter telah digunakan oleh banyak website terkenal di dunia. Berikut adalah beberapa contoh website yang menggunakan Laravel dan CodeIgniter:

Website yang Menggunakan Laravel

  • MyRank: Sebuah platform pendidikan online yang menyediakan tes, kuis, dan materi belajar.
  • Laravel Trick: Sebuah komunitas yang berbagi tips, trik, dan tutorial tentang Laravel.
  • Asgard CMS: Sebuah CMS (Content Management System) yang dibangun dengan Laravel dan Vue.js.
  • World Walking: Sebuah aplikasi kesehatan yang mengajak pengguna untuk berjalan-jalan di sekitar dunia.
  • LaravelIO: Sebuah forum diskusi untuk pengembang Laravel.

Website yang Menggunakan CodeIgniter

  • [Casio Computer]: Sebuah perusahaan elektronik yang terkenal dengan produk-produk seperti kalkulator, jam tangan, dan kamera.
  • [The Mail & Guardian]: Sebuah surat kabar online yang menyajikan berita-berita dari Afrika Selatan dan dunia.
  • [Buffer]: Sebuah platform media sosial yang memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan postingan di berbagai akun media sosial.
  • [Nissan]: Sebuah perusahaan otomotif yang terkenal dengan produk-produk seperti mobil, truk, dan SUV.
  • [McClatchy]: Sebuah perusahaan media yang memiliki 30 surat kabar lokal di Amerika Serikat.

Kesimpulan

Laravel dan CodeIgniter adalah dua framework PHP yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan framework tergantung pada kebutuhan, preferensi, dan keterampilan pengembang. Laravel cocok untuk proyek-proyek yang kompleks dan membutuhkan fitur-fitur canggih. CodeIgniter cocok untuk proyek-proyek yang sederhana dan membutuhkan waktu pengembangan yang singkat.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang Laravel dan CodeIgniter. Jika Anda tertarik untuk membuat website dengan framework PHP, Anda dapat menggunakan layanan hosting dari Niagahoster. Niagahoster menyediakan hosting murah, cepat, dan handal yang mendukung berbagai framework PHP, termasuk Laravel dan CodeIgniter. Selamat mencoba!

Subscribe

Related articles

Web Developer | Pengalaman Magang di Udacoding

Udacoding menjadi salah satu tempat, dimana peserta magang...

Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Dark Theme

Ngomongin mode gelap, kayaknya sekarang lagi jadi yang hits...

TinyMCE: Solusi Praktis untuk Konten Web yang Lebih Interaktif

TinyMCE adalah alat untuk membuat dan mengedit teks di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here