Trik Buat User Journey Map yang Asyik dalam Desain UX!

Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

Kamu pernah ngalamin kayak lagi cari rute di peta, kan? Nah, di dunia desain pengalaman pengguna, bikin peta perjalanan pengguna itu kayak bikin peta buat pengguna yang lagi mau capai tujuannya. Bayangin kayak lagi bikin rencana cerita, di mana pengguna jadi pahlawan, tindakannya jadi bagian cerita, dan perasaannya jadi liku-liku cerita.

Kenapa sih peta perjalanan pengguna ini penting banget? Karena bisa ngurangin pemikiran subjektif kita. Kadang kita suka desain sesuatu berdasarkan apa yang kita suka, bukan berdasarkan apa yang pengguna butuh. Nah, peta perjalanan pengguna ini bikin kita fokus sama kebutuhan pengguna dan gimana perasaan mereka di setiap langkahnya.

Salah satu hal keren dari peta perjalanan adalah bisa nunjukin kita di mana pengguna bisa kesulitan. Bayangin aja, karakter kita, misalnya kita panggil dia Kindred, ada masalah waktu isi data sensus online karena pilihan yang ada nggak sesuai identitasnya sebagai orang yang punya keturunan hitam dan Asia. Peta perjalanan bantu kita temuin masalah kayak gini dan perbaiki di desain kita.

Peta perjalanan juga kayak peta harta karun, nunjukin kita kesempatan buat bikin pengalaman pengguna jadi lebih baik. Balik lagi ke cerita Kindred tadi, mungkin kita bisa tambah opsi buat orang buat tulis identitas rasial mereka sendiri atau tambahin opsi di menu dropdown buat orang-orang dengan latar belakang rasial ganda. Gitu deh cara peta perjalanan bantu kita bikin pengalaman jadi lebih nyaman buat pengguna.

Oke, tapi gimana sih cara bikin peta perjalanan ini? Kayaknya kayak bikin daftar tugas, langkah demi langkah. Misalnya kita punya Jamal, yang pake kursi roda dan pengen ke puncak Empire State Building di New York buat pertama kalinya.

Tugas pertama: Nyari rute subway yang accessible buat ke Empire State Building. Terus, kita pecah jadi langkah-langkah kayak nyari jalur subway yang bener, cari stasiun yang accessible, beli tiket, sampe di platform, naik kereta, dan nyari pintu keluar yang bener.

Trus, kita mikirin gimana perasaan Jamal di tiap langkah. Mungkin dia bingung liat peta subway atau agak overwhelmed nyoba jalan-jalan di kota.

Terakhir, kita cari cara buat setiap langkah jadi lebih baik buat Jamal, ngeliat kebutuhan fisik dan perasaannya sepanjang perjalanan.

Intinya, peta perjalanan pengguna atau user journey map ini membantu kita ngerti pengguna lebih baik, ngurangin pemikiran subjektif kita, ngetahuin tempat mereka mungkin kesulitan, dan cari cara buat perjalanan mereka jadi lebih lancar. Kayak bikin panduan pribadi buat bantu pengguna capai tujuannya tanpa repot.

Subscribe

Related articles

Memahami Microservices dengan Laravel

Microservices adalah pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak di mana...

Tailwind CSS: Panduan Lengkap dan Keunggulannya

Tailwind CSS adalah salah satu framework CSS yang semakin...

Bagaimana sih cara menjadi Web Developer?

Memulai Karier sebagai Web Developer Meskipun sudah mengetahui berbagai keterampilan...

Laravel 11 : Send Mail by Gmail SMTP

Mengirim Email Menggunakan Gmail SMTP di Laravel 11 Mengirim email...

Cara mendapatkan Kredensial token email

Mendapatkan Credential Token Email di Laravel Dalam aplikasi web modern,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here